Cegah Korupsi di Pariwisata Indonesia


Korupsi di pariwisata Indonesia itulah yang akan aku bahas saat ini, bukan tentang cerita jalan-jalan yang tidak penting seperti biasanya, yang isinya hanya pengalaman-pengalaman gilaku bersama teman-teman selama traveling. Meski begitu tetap saja masalah ini perlu dibahas karena masih berhubungan dengan kegiatan traveling, ya kan?

Sebagai orang yang mengaku-ngaku traveler sejati, aku sudah sering sekali pergi jalan-jalan ke pelosok desa maupun kota dan kebanyakan saat pergi jalan-jalan aku menggunakan kendaraan pribadi seperti motor, ini aku lakukan untuk menghemat uang.

Dari melakukan traveling aku bisa mendapatkan banyak hal, mulai dari luka, rasa lelah, sepeda motor menjadi rusak dan uang tabunganku yang tidak pernah terkumpul. hahahaha mengerikan memang, tapi itu semua hanya hal negatifnya saja. Kalau hal positifnya? BANYAKKK!!!!. Mulai dari rasa bahagia, puas, tenang, senang, bangga semuanya menjadi satu. Sebenarnya masih banyak tapi kalau di sebutkan semua jadinya malah kebanyakan nanti, hahahaha.

Sebelum masalah ini aku bahas, aku mau bahas dulu apa sih korupsi itu?

Korupsi adalah tindakan menyalahgunakan kepercayaan untuk mendapatkan keuntungan, contohnya saja kamu meminjam pulpen ke temanmu tapi tidak kamu kembalikan ke dia. Kalau di samakan dengan kasus korupsi, ibaratnya kamu itu bukan bawa pulang 1 pulpen tapi 1.000.000.000 pulpen! 1 miliyar pulpen! kalau cuman 1 buat apa dikorupsi, ya gak?


Aku masih ingat bahwa beberapa bulan lalu aku pernah traveling ke Kota Malang tepatnya dimalang selatan dimana banyak sekali pantai-pantai bagus, disana aku mengunjungi salah satu tempat wisata yang mungkin sudah terkenal didaerah sana, aku tidak akan menyebutkan nama wisatanya.

Perjalanan dari Surabaya ke Pantai di Malang Selatan sangat jauh sekali, mungkin sekitar 4 atau 5 jam dengan menggunakan motor, saat mulai memasuki pelosok desa awalya jalan disana halus-halus saja, bagus-bagus saja.


Tetapi setelah hampir sampai tujuan tiba-tiba jalanan disana rusak, banyak batu dan lumpur. Ada apa ini? kenapa tiba-tiba menjadi begini? Kemana masyarakat dan pemerintah? Wisata ini sudah ada bertahun-tahun lalu tetapi mengapa hingga sekarang jalanan disana masih saja rusak? Padahal seharusnya wisata ini disokong dengan dana pemerintah setempat.

Inilah kelebihan masyarakat Indonesia, bisa melihat kesempatan dalam kesempitan. Dana yang tadinya untuk pembangunan malah banyak masuk ke saku pribadi pemerintah setempat, dan akhirnya pembangunan disana terhambat bahkan terhenti. Jadinya butuh waktu bertahun-tahun agar pembangunan ini selesai. Ironis kan?


Ini semua jadi berdampak pada sektor pariwisata di daerah itu, karena uangnya digunakan korupsi jadinya pariwisata disana tidak bisa berkembang, wisatanya hanya itu-itu saja, jalanan tetap rusak, fasilitas wisata pun masih kurang memadai. Pada akhirnya pengunjungnya ya tetap, segitu-segitu aja bahkan bisa saja berkurang.

Padahal jika pemerintah setempatnya jujur, mungkin wisata di daerah ini akan berkembang dan pengunjungnya pun juga bertambah, otomatis pendapatannya juga bertambah kan?, jadi ngapain juga korupsi kan?.

Kerugian yang ditanggung oleh negara karena kasus korupsi sudah banyak sekali dan tak terhitung jumlah kerugiannya. Karena itu para koruptor haruslah dibasmi bagaimana pun caranya, para koruptor sejatinya memiliki pendidikan yang rendah. Bukankah koruptor kebanyakan dari pejabat yang pendidikannya tinggi?. Memang, tetapi bukan pendidikan akademik yang aku maksud melainkan pendidikan moralnya yang rendah.


Karena itu jika kalian melihat dan mempunyai bukti-bukti bahwa seseorang sedang melakukan korupsi janganlah takut untuk melaporkannya ke pihak berwenang. Karena DIAM BUKAN PILIHAN!!!. jika kalian takut untuk melaporkannya, kalian bisa meminta bantuan pada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). atau bisa langsung ke websitenya di lpsk.go.id

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (disingkat LPSK) adalah lembaga mandiri yang didirikan dan bertanggung jawab untuk menangani pemberian perlindungan dan bantuan pada Saksi dan Korban berdasarkan tugas dan kewenangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang.

Karena itu aku ingin KPK bekerja lebih keras lagi untuk menangkap dan menghukum para koruptor yang ada dinegeri ini, bukan hanya KPK saja tetapi kalian semua juga harus ikut serta menangkap para koruptor, kalau bisa para koruptor harus di penjara seumur hidup atau harta mereka diambil sampai tidak tersisa agar mereka tau bagaimana hidup susah itu.

Ini masih tidak seberapa dibandingkan hukuman di negara lainnya seperti China dengan hukuman matinya dan Arab Saudi dengan hukuman pancungnya. Kalau Indonesia? gak usah ditanya deh!

Jadi menurut kalian hukuman apasih yang cocok untuk koruptor-koruptor di Indonesia ini?

#DIAMBUKANPILIHAN #LPSKMelindungi
Yusuf Fadhilah
Yusuf Fadhilah Nama Yusuf, suka main, suka makan dan suka tidur, tapi punya cita-cita banyak. Kalau lu lagi baca di blog ini, selamat kita saudara se hobi. Welcome to My Journey!

Berlangganan via Email